Eksistensi Hukum Tindak Pidana Terorisme: Studi Komparatif Penegakan Hukum Antara Indonesia, Australia, Dan Amerika Serikat
Keywords:
Terorisme, Penegakan Hukum, Hukum Komparatif, Keamanan Nasional, Hak Asasi ManusiaAbstract
Terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam keamanan nasional, stabilitas internasional, dan perlindungan hak asasi manusia sehingga memerlukan sistem hukum yang adaptif dan efektif. Perbedaan karakteristik regulasi serta mekanisme penegakan hukum di berbagai negara mendorong pentingnya kajian komparatif sebagai dasar pengembangan kebijakan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi pengaturan hukum tindak pidana terorisme serta membandingkan sistem penegakan hukum di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan komparatif, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, putusan pengadilan, dan dokumen organisasi internasional, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga negara memiliki tujuan yang sama dalam pemberantasan terorisme, tetapi menerapkan pendekatan regulasi, struktur kelembagaan, dan mekanisme penegakan hukum yang berbeda. Indonesia menonjol melalui integrasi pendekatan penal dan non-penal serta program deradikalisasi, sedangkan Australia dan Amerika Serikat lebih menekankan penguatan keamanan nasional, koordinasi intelijen, dan pemanfaatan teknologi. Penguatan regulasi, koordinasi antarlembaga, perlindungan hak asasi manusia, serta kerja sama internasional menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum tindak pidana terorisme.
References
Ananda, I. Q., Nurpadila, P. R. Harahap, and A. R. Batubara. “Tindak Pidana Terorisme dalam Perspektif Hukum Internasional dan Hukum Nasional.” Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 5, no. 2 (2026): 126–140. https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i2.6587.
Aryadi, U. U., and Prihandono. “Peran Kerja Sama Internasional dalam Memperkuat Kebijakan Penanggulangan Terorisme.” JISIP-UNJA 10, no. 1 (2026). https://doi.org/10.22437/jisipunja.v10i1.53941.
Australia. Anti-Terrorism Act (No. 2) 2005 (Cth). Canberra: Commonwealth of Australia, 2005.
Australia. Criminal Code Act 1995 (Cth). Canberra: Commonwealth of Australia, 1995.
Australia. National Security Legislation Amendment (Comprehensive Review and Other Measures No. 1) Act 2021 (Cth). Canberra: Commonwealth of Australia, 2021.
Australian Human Rights Commission. A Human Rights Guide to Australia's Counter-Terrorism Laws. December 14, 2012. https://humanrights.gov.au/resource-hub/by-resource-type/publications/guidelines/articles/rights-and-freedoms/human-rights-guide-australias-counter-terrorism-laws.
Cantatore, E., E. Quagliarini, and F. Fatiguso. “Terrorism Risk Assessment for Historic Urban Open Areas.” Heritage 7, no. 10 (2024): 5319–5355. https://doi.org/10.3390/heritage7100251.
Darma, S. “Peran Indonesia dalam Kerja Sama Internasional Melawan Terorisme melalui Global Counterterrorism Forum pada Tahun 2023–2024.” Diplomacy and Global Security Journal 2, no. 1 (2025): 60–70. https://doi.org/10.36859/dgsj.v2i1.3491.
Dewi, C. “The Complexity of the Definition of Terrorism in the United States: How Terrorism Is Understood in the United States and Who Is Worthy of Being Called a Terrorist in the American Perspective.” Journal of Terrorism Studies 1, no. 2 (2019): Article 5. https://doi.org/10.7454/jts.v1i2.1011.
Dewi, P. M. “Analisis Penanganan Perkara Hukum pada Tindak Pidana Terorisme Menurut Hukum Positif di Indonesia.” Justicia Journal 12, no. 1 (2023): 62. https://doi.org/10.32492/jj.v12i1.12105.
Divisi Humas Polri. “Indonesia, Australia Reaffirm Commitment to Counter Terrorism and Violent Extremism.” INP Polri. July 27, 2025. https://inp.polri.go.id/artikel/indonesia-australia-reaffirm-commitment-to-counter-terrorism-and-violent-extremism.
Givens, A. D. “Cryptocurrencies as a Threat to U.S. Homeland Security Interests.” Laws 14, no. 1 (2025): 2. https://doi.org/10.3390/laws14010002.
Harahap, A., Sumarno, M. A. Purba, and D. C. Aruan. “Efektivitas Kebijakan Penal dan Non-Penal dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia terhadap Implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.” Parlementer: Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 3, no. 2 (2026): 69–78. https://doi.org/10.62383/parlementer.v3i2.1742.
Ibrahim, M. N., and A. Saptomo. “Comparison of Customary Law in Indonesia and Australia from the Terms of Customary Rights of Customary Law Communities.” Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial 3, no. 1 (2024): 316–322. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i1.3370.
Indrawan, J., and M. P. Aji. “Efektivitas Program Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme terhadap Narapidana Terorisme di Indonesia.” Jurnal Pertahanan & Bela Negara 9, no. 2 (2019). https://doi.org/10.33172/jpbh.v9i2.561.
Intan, B. F., and C. Bangun. “Principled Pluralism and the Prevention of Religious Terrorism in Indonesia.” Religions 13, no. 5 (2022): 429. https://doi.org/10.3390/rel13050429.
Ismail, S. M., and A. I. Alheji. “The Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) from a Civil Procedure Perspective.” Laws 12, no. 1 (2023): 15. https://doi.org/10.3390/laws12010015.
Lynch, N. “Facial Recognition Technology in Policing and Security—Case Studies in Regulation.” Laws 13, no. 3 (2024): 35. https://doi.org/10.3390/laws13030035.
Muhamad Zarkasih, Sri G. M. Hatta, Timbo Mangaranap Sirait, and Wagiman Wagiman. “Terrorism Law Enforcement in Indonesia: Integrating Pancasila in The Fight Against Modern Threats.” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2, no. 1 (2025): 299–315. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.767.
Ndruru, P., Y. M. Saragih, R. S. Tarigan, E. E. Rangkuti, and R. Y. Syahputra. “Analisis Kriminologi terhadap Motif dan Pola Aksi Terorisme di Indonesia.” Iuris 6, no. 2 (2025): 440–445. http://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris.
Novriansyah, N., and S. A. Dinar. “Analisis Tugas dan Kewenangan Aparat Penegak Hukum di Indonesia.” Morality: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 1 (2023): 132–139. https://doi.org/10.52947/morality.v9i1.311.
Popal, H. “Analysing the Rhetoric of Islam Needs Reforming: Tony Abbott’s Political Discourse in Response to Terrorism in Australia.” Religions 14, no. 11 (2023): 1358. https://doi.org/10.3390/rel14111358.
Primadi Bagus Saputro, S. Wahyudi, and B. Budiyono. “Efektivitas Program Deradikalisme terhadap Narapidana Terorisme di Lapas High Risk Kelas II A Karanganyar.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 4, no. 4 (2024): 620–635. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i4.2010.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 92.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122.
Saragih, J. Z. F., and G. J. C. Z. Saragih. “Efektivitas Regulasi Anti Terorisme dalam Menghadapi Pendanaan Kejahatan Terorganisir (Organised Crime).” Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 5, no. 1 (2025): 1–16. https://doi.org/10.56128/jkih.v5i1.421.
Saul, Ben. “Defining Terrorism in International Law.” GlobaLex. 2026. https://www.nyulawglobal.org/globalex/defining-terrorism-international-law1.html.
Setiawan, N. F. R., A. Razak, and M. Arif. “Efektivitas Pelaksanaan Tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.” Journal of Lex Theory 4, no. 1 (2023). https://doi.org/10.52103/jlt.v4i1.1525.
Simanjuntak, R., and A. Sibarani. “Analisis dan Implikasi terhadap Penegakan Hukum di Indonesia.” Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2025): 134–140. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i1.721.
Sirait, S., and J. Abdillah. “Peran Intelijen Keamanan dalam Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme.” USM Law Review 8, no. 2 (2025). https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11952.
Snider, K. L. G., A. Cohen, G. D. Bello, G. Baratz, B. S. Hasler, and D. Canetti. “Terrorism, Perceived Threat, and Support for Surveillance: A Virtual Reality Experiment on Cyber vs. Conventional Terrorism.” International Journal of Environmental Research and Public Health 22, no. 11 (2025): 1634. https://doi.org/10.3390/ijerph22111634.
Sunardi, A. Kaimudin, R. Akbar, and A. Bastomi. “The Basic Idea of the Attentat Clause in Terrorism Related Criminal Offenses.” Jurnal Suara Hukum 8, no. 1 (2026): 78–100. https://doi.org/10.26740/jsh.v8n1.p78-100.
Thijssen, G., J. Sijtsema, S. Bogaerts, L. van der Voorde, and E. Masthoff. “Radicalization Processes and Transitional Phases in Female and Male Detainees Residing in Dutch Terrorism Wings.” Behavioral Sciences 13, no. 10 (2023): 877. https://doi.org/10.3390/bs13100877.
United Nations Security Council, Counter-Terrorism Committee. “Law Enforcement.” 2023. https://www.un.org/securitycouncil/ctc/content/law-enforcement.
United Nations Security Council. Resolution 1373 (2001). New York: United Nations, 2001.
United Nations Security Council. Resolution 2178 (2014). New York: United Nations, 2014.
United States. Homeland Security Act of 2002. Pub. L. No. 107-296, 116 Stat. 2135 (2002).
United States. Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA). Pub. L. No. 114-222, 130 Stat. 852 (2016).
United States. USA PATRIOT Act of 2001. Pub. L. No. 107-56, 115 Stat. 272 (2001).
Wibowo, K. T., M. Supriadi, I. Rasiwan, S. R. Juita, R. S. Noor, K. Kristanto, A. Purwati, and J. Soraya. Aspek Hukum Tindak Pidana Terorisme. Cetakan ke-1. PT Adikara Cipta Aksa, 2025.
Zulfahmi, and D. D. Anggraini. “Evaluasi Peraturan Anti-Terorisme dalam Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam.” Muqaranah. 2024. https://doi.org/10.19/41e2km10.







